Tazkiyah

Islam Ajarkan Hal Ini dalam Menyikapi Orangtua yang Tak Beribadah   

Sekejap muncul pertanyaan bagaimana kita sebagai anak mengingatkan orangtua yang tidak beribadah? Tentunya kita tidak ingin orangtua terlena dalam menegakkan ibadah. Namun di sisi lain, kita tak ingin menggurui dan kurang ajar kepada mereka. Oleh sebab itu, simak penjelasan berikut.

Belajar dari Nabi Ibrahim

“Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar: Patutkah ayah menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan- tuhan?” (QS. al-An’aam : 74).

Tentunya disini terdapat niat baik Nabi Ibrahim untuk memberi kesadaran dan mengingatkan orangtuanya walaupun keutamaan orangtua dalam Islam seharusnya ialah mengingatkan anaknya menuju kebaikan.

Hukum Menegur Orangtua yang Tidak Beribadah

Menegur orangtua yang tidak beribadah hukumnya adalah wajib, sama wajibnya dengan hukum menegur orangtua yang lalai sholat.

Namun menegur yang dimaksud di sini haruslah diucapkan dengan kalimat yang lembut dan dengan memberikan contoh yang terbaik. Entah apapun nanti dampak dari teguran tersebut sepenuhnya adalah kuasa Allah, sebab manusia memiliki kewajiban mengingatkan kebaikan kepada satu sama lain, terlebih kepada orangtua.

Melansir dari laman dalamislam.com, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menegur orang tua yang tak beribadah:

Dilakukan karena Akhirat

“Sesungguhnya setiap amal itu bergantung kepada niatnya dan sesungguhnya setiap orang itu hanya akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya (dinilai) kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka (hakikat) hijrahnya itu hanyalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Ketika menegur orangtua haruslah wajib diniatkan karena Allah dan karena ibadah, bukan karena merasa lebih pintar atau karena niat riya’.

Dilakukan dengan Lemah lembut

“Setiap sikap kelembutan yang ada pada sesuatu, pasti akan menghiasinya. Dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, kecuali akan memperburuknya. (HR. Muslim). “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut.” (QS. Ath Thaha: 44).

Ini adalah soal bagaimana cara terbaik agar kata kata yang diucapkan tidak membuat hati orangtua tersakiti, meskipun kita memiliki ilmu mengenai ibadah tidaklah lepas dari peran orangtua yang telah membesarkan anaknya dengan baik dan penuh kasih sayang.

Hidayah Adalah Hak Allah

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka Dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.” (QS. al-A’raf : 178)

Wajib Tetap Berbuat Baik pada Orangtua

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk memperseukutan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 14-15)

Dalam menegur orangtua yang tidak beribadah, tentunya wajib untuk tetap berbuat baik kepada kedua orangtua di luar ibadah. Misalnya tetap membantu pekerjaan rumah, tetap membantu keuangan jika anak yang lebih mampu, tidak diperbolehkan menelantarkan orangtua karena masalah ibadah.

Salah satu bentuk kasih sayang anak kepada orangtua adalah mencegahnya berada dalam kelalaian. Oleh sebab itu, tetaplah ingatkan orangtua dengan cara yang bijak dan lembut. Berdoalah kepada Allah agar Dia mempermudah datangnya hidayah untuk orangtua tercinta. Wallahu a’lam. (Din)

Join The Discussion