Modernisasi Islam dan Nilai Tambahnya Bagi Indonesia

0
81

 

Salah satu ungkapkan populer yang sering kita dengar adalah semakin tahun itu berganti, maka semakin modern pula kehidupan yang dijalan. Istilah modernisasi kemudian menjadi istilah sakti bagi masyarakat abad ini.

Kata modernisasi, menurut kamus besar bahasa Indonesia, proses pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga masyarakat untuk dapat hidup sesuai dengan tuntutan atau pemodernan masa kini. Kata modernisasi ini tentunya sangat jelas bukanlah sebuah kata yang asli dari bahasa kita akan tetapi merupakan bahasa yang diambil dari bahasa asing yaitu modernization yang artinya terbaru atau juga Mutakhir, dan kata modernisasi selalu dikaitkan dengan perubahan dalam semua aspek kawasan pemikiran dan aktifitas manusia yang lebih luas.

Saat ini, kata modernisasi telah dipakai dalam bahasa Indonesia untuk merujuk pada sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. Pengertian modernisasi yang dikenal dalam istilah barat yaitu pikiran, aliran, gerakan, dan usaha-usaha untuk mengubah paham-paham, adat-istiadat, institusi-institusi lama dan lain-lain, agar semua itu menjadi sesuai dengan pendapat-pendapat dan keadaan-keadaan baru yang ditimbulkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Modernisasi Islam Nilai Tambah Indonesia

Cendekiawan Muslim Prof. Komaruddin Hidayat merasa, modernisasi Islam yang dilakukan bisa jadi nilai tambah penting bagi Indonesia. Modernisasi dinilai mampu membuat Islam bertransformasi jadi pedoman ideologi bangsa.

“Islam di Indonesia melakukan modernisasi, misalkan dengan mendirikan Indonesia sebagai Republik bukan Kesultanan,” kata mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah tersebut kepada Republika.co.id.

Komaruddin mengingatkan, sultan-sultan yang sejak lama ada dan berkuasa malah rela melebur menjadi satu di dalam Republik Indonesia. Kemudian umat Islam pun mampu menerima demokrasi yang sudah mengakar sebagai tradisi.

Demokrasi di Indonesia pun bukan sesuatu yang baru terjadi kemarin sore, tapi telah lebih dulu menjadi tradisi di Nusantara. Hal itu mengingat eksistensi tradisi gotong royong dan gerakan sosial umat Islam di Indonesia.

“Sebelum merdeka, umat Islam sudah jadi motor gerakan sosial, dan itu merupakan akar gerakan demokrasi di negara maju,” kata Ketua Komite Pembangunan Universitas Islam Internasonal Indonesia tersebut.

Ia menambahkan, dari negara-negara Islam di dunia saat ini, Indonesia terbilang sebagai benteng yang kedamaiannya masih terus terjaga. Menurut Komaruddin, itu merupakan aspek yang sangat penting, mengingat kondisi Timur Tengah belakangan.(Muf)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here