Tazkiyah

Sedekah dengan Harta Haram, Apa Jadinya?

Keutamaan sedekah telah Allah tuliskan dalam ayat suci Al-Quran berikut, “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18).

Namun apa jadinya jika harta yang kita sedekahkan adalah harta yang haram? Masihkah Allah terima sedekah kita sebagai amalan kebaikan yang berbuah pahala?

Banyak dari sebagian manusia yang tak peduli dari manakah hartanya berasal, apakah dari yang halal ataukah dari yang haram. Asalkan mengenyangkan perut dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga, itu sudah menyenangkan dirinya. Padahal harta haram sangat berpengaruh dalam kehidupan seorang muslim, baik mempengaruhi ibadahnya, pengabulan do’anya dan keberkahan hidupnya. Karenanya, penting untuk mengetahui hukum dan ilmunya sebelum beramal.

Berikut hukum sedekah dengan harta haram:

Tidak Akan Diterima sebagai Sedekah

Allah tidak menerima sedekah tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah diterima shalat tanpa bersuci, tidak pula sedekah dari ghulul (harta haram)” (HR. Muslim no. 224).

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulallah SAW telah bersabda Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). (HR. Muslim).

Banyak umat muslim yang berfikir bahwa sedekah dapat mensucikan harta haram yang mereka dapatkan. Ini adalah salah kaprah yang biasa terjadi di masyarakat. Sebab, harta haram tetaplah akan menjadi haram. Justru mensedekahkannya ke jalan Allah dapat membuat harta semakin kotor. Maka cara terbaik itu mensucikan harta haram adalah menyingkirkannya dan membuangnya jauh-jauh. Dengan demikain maka anak cucu kita akan menikmati hanya harta yang halal.

Berpengaruh Ke Amalan Sholeh

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membawakan ayat yang berisi perintah yang sama pada para Rasul dan orang beriman,

 “Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Mu’minun: 51).

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.’” (QS. Al Baqarah: 172).

Allah dan rasulNya menegaskan bahwa hanya harta yang baiklah yang akan membawa pada jalan kebaikan dan sebagai cara agar hidup tenang. Sebaliknya harta yang haran meskioun disedekahkan tidak akan dapat menyucikan harta lainnya. Terlepas dari sedekah yang diberikan amat dibutuhkan orang lain. Namun jika bersumber dari harta yang diperoleh dengan jalan haram seperti mencuri, merampok ataupun praktik riba maka tidak akan mendatangkan pahala apapun.

Menjerumuskan ke dalam Neraka

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa mendapatkan harta dengan cara yang berdosa lalu dengannya ia menyambung silaturrahmi atau bersedekah dengannya atau menginfakkannya di jalan Allah, ia lakukan itu semuanya maka ia akan dilemparkan dengan sebab itu ke neraka jahannam.” (Hasan lighairihi, HR. Abu Dawud dalam kitab Al-Marasiil, lihat Shahih At-Targhib, 2/148 no. 1721) .

Nah, dari berbagai penjelasan dan hadist yang ada, ternyata sedekah haruslah berasal dari harta yang halal. Karenanya, marilah kita gunakan rezeki yang telah Allah beri sebaik-baiknya, khususnya dalam menolong terhadap sesama dalam bentuk sedekah. Wallahu’alam. Semoga Allah senantiasa memberikan ridho dan pahala terhadap amalan kita. (Din)

Join The Discussion