Tahun Gempa, Benarkah Tanda Kiamat Kian Dekat?

0
50

Gempa selalu menyisakan pilu dan duka. Kehadirannya, membuat setiap insan cemas tinggal di bumi tempat ia berpijak. Belakangan ini, gempa bumi datang bertubi-tubi menggoncang negeri dengan ribuan pulau ini. Benarkah ini pertanda hari kebangkitan besar akan tiba?

Apabila kita mendengar kabar adanya orang yang terperosok ke dalam belahan bumi akibat gempa yang dahsyat, bisa jadi termasuk tanda dekatnya hari kiamat. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Menjelang tibanya hari Kiamat akan ada (orang-orang) yang dirubah bentuknya, ditenggelamkan ke dalam bumi, dan dilempari batu.” (HR. Ibnu Majah, shahih)

Secara umum tanda kiamat adalah terjadinya gempa bersama bencana dan masalah-masalah yang besar. Abdullah bin Hawalah radhiallahu ‘anhu berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan kedua tangannya di atas kepalaku, lalu beliau berkata, ‘Wahai Ibnu Hawalah! Jika engkau melihat kekhilafahan telah turun di atas bumi-bumi yang disucikan, maka telah dekatlah gempa, bencana dan masalah-masalah besar, dan hari Kiamat saat itu lebih dekat kepada manusia daripada dekatnya kedua tanganku ini dari kepalamu.’” (HR. Ahmad, shahih)

Menanggapi hal itu, hendaknya kita banyak bermuhasabah dan intropeksi diri. Bisa jadi fenomena menakutkan yang akhir-akhir ini terjadi merupakan tanda dan peringatan kepada kita semua agar kembali kepada Allah dan segera bertaubat.

Ibnu Mas’ud berkata ketika terjadi gempa, “Wahai manusia, sesungguhnya Allah menginginkan kalian untuk kembali, maka kembalilah pada-Nya.” (Tafsir At-Thabari 17/478)

Di sisi lain, makin seringnya gempa mengingatkan kita pada hadits Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang tanda-tanda kiamat. Salah satunya adalah semakin banyak gempa bumi.

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak akan tiba hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi” (HR. Al Bukhari)

Suatu ketika, ada sahabat yang bertanya kepada Rasulullah tentang kapan datangnya hari kiamat. Beliau justru bertanya balik. “Apa bekalmu untuk menghadapinya?” Beruntung, sahabat ini ternyata memiliki bekal yang luar biasa berupa cinta kepada Allah dan RasulNya sehingga beliaupun mensabdakan bahwa sahabat tersebut akan berkumpul dengan orang yang ia cintai.

Sungguh beruntung orang-orang yang concern menyiapkan bekal untuk menghadapi kiamat. Dan sekali lagi, kematian adalah kiamat personal bagi tiap orang. Oleh Rasulullah, orang yang paling baik bekalnya menghadapi kematian, menghadapi kiamat, dialah mukmin yang paling cerdas.

“Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk menghadapi kematian itu sebelum turun kepada mereka. Mereka itulah yang termasuk Mukmin yang paling cerdas” (HR. Ibnu Majah, Hakim, Baihaqi, dan Thabrani).

Pertanda ini seharusnya membuat kita semakin gencar mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan berburu kebaikan di muka bumi untuk bekal di akhirat kelak. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here